Oleh: Hasullah (2020G1C009)
Bahasa dan Penalaran
Secara garis besar terdapat dua pandangan tentang bahasa, yakni bahasa sebagai instrumentalisme dan bahasa sebagai determinisme. Aliran instrumentalisme memandang bahasa sebagai alat untukmengungkapkan persepsi, penalaran, dan perasaan (emosi); sedangkan paharn determinisme mernandang bahwa manusia hanya dapat mempersepsi, bernalar, dan merasakan karena terdapat bahasa.Dengan kata lain, paharn instrumentalisme berpandangan bahwa bahasa adalah suatu alat; sedangkan bagi kaum determinisme bahasa adalah syarat untuk mempersepsi, bernalar, dan merasakan. Pandangan instrumentalisme lebih-Iebih sangat kuat menguasai pengalaman seharihari dalam pemakaian bahasa tetapi terasa pula dalam praktik penalaran ilmiah.
Perbedaan yang diajukan Ferdinand de Saussure tentang parole (kegiatan berbicara manusia) dan langue {bahasa sebagai suatu sistem) harnpir sarna sekali tidak dikenal. Kata-kata dan ungkapan dialami sebagai alat ekspresi.
Persepsi, penalaran, dan emosi menurut paharn instrumentalisme adalah lebih dulu <lari bahasa. Dengan dituturkan, maka persepsi, penalaran, dan emosi dikomunikasikan kepada orang lain. Kenyataan bahwa dalam berbagai generasi terdahulu bahasa lewat proses belajar memuat arti-arti mengendap, memuat motif-motif dan norma-norma, kategorikategori, dan interpretasi-interpretasi - hampir tidak lagi disadari dalam praktik berbahasa sehari-hari.
Determinismesebaliknya berdalil bahwa bahasa berfungsi sebagai syarat bagi persepsi, penalaran/kognisi, dan emosi. Dari sinilah dikatakan bahwa pengalaman seseorang terhadap realitas merupakan suatu fungsidari bahasa masyarakat yang bersangkutan. Sebagaimana dikatakan .oleh Edward Sapir dan Benjamin Lee Worf (menjadi hipotesis SapirWort) bahwa bahasa telah disadari pengaruhnya dalam membentuk pola berpikitdan bertingkah laku
Dalam setiap langkah dan setiap aktivitasnya, manusia senantiasa rnenggunakan bahasa guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahasa digunakan manusia pada waktu berkomunikasi dengan orang lain, pada saat manusia ingin menyatakan pikiran, perasaan, kehendaknya, baik Bahasa Indonesia Sebagai Sarana Pengembangan Penalaran Suatu Tinjauan Filasofis ketika bersama-sama maupun ketika sendirian. Pada waktu berpikir, berkhayal, berangan-angaii, bahkan bermimpi pun mall,usiamenggunakan bahasa. Bahasa merupakan salah satu tanda adanya kehidupan bermasyarakat dan berbudaya bagi manusia seperti halnya pranata-pranata yang ada dalam masyarakat.
Studi yang berkenaan. dengan prinsip-prinsip penalaran itu disebut logika. "Logika mengutamakan teknik berpikir yaitu cara yang sebenarnya dalam berpikir, Yang dipikirkan manusia itu berkenaari ·dengan hal-hal yang nyata atau realitas baik mengenai hal-hal yang konkret (dunia pengamatan) maupun yang abstrak (dunia ideal). Secara tradisional, logika itu dihubungkan dengan penalaran dalam bidang matematika dan sains, misalnya, fisika, astronomi -- yang menggunakan penalaran deduktif dan induktif.
Berbicara tentang penalaran, ia dapat dilakukan dalam berbagai bidang dan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, pengalaman. Dalam landasan bahasa, ditemukan soal pengalaman, bahasa, dan makna. Bahasa sebagai pengungkapan pengalaman dan pikiran manusia hendaklah mempunyai arti agar dapat dipahami oleh orang lain , Orang berusaha agar bahasa yang digunakannya menjadi efektif,, yakni komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Orang lain dapat memahami pengalaman dan pikirannya. Oleh karena itu, masalah bahasa tidak lain berhubungan dengan manusia itu sendiri, yang mengalami sesuatu. Masalah bahasa juga menyangkut masalah pengalaman, yang pada akhirnya menyangkut manusia yang mengetahui sesuatu.
Dalam bidang bahasa, tentu penalarannya harus singkat, jelas, lengkap, teliti, dan sistematis. Kalimat-kalimat yang disampaikan tentu benar dan logis. Menurut teori kebenaran, suatu pernyataan dikatakan benar apabila didukung oleh fakta dan salah apabila tidak ada fakta di dalamnya.
Berikut ini dicantumkan beberapa contoh kalimat/pernyataan yang
tidak nalar, berikut perbaikannya.
(1). Masyarakat negarasedang berkembang terkebelakang boros hidupnya dan tradisional. Kalimat tersebut sulit dipahami artinya karena strukturnya salah. Kalimat tersebut dapat diperbaiki sebagai berikut:
(la) Keterbelakangan masyarakat yang sedang berkembang itu di antaranya karena ia menempuh cara hidup yang tradisional dan boros.
Alat Komunikasi
Bahasa Indonesia merupakan alat komunikcisi yang penting bagi manusia. Dengan bahasa, manusia dapatmenyampaikanberbagai berita batin, pikiran, pengalaman, gagasan, pendapat, perasaan, keinginan, dan lain-lain kepada sesama manusia. Dengan bahasa itu'pula orang dapat mewarisi dan mewariskan, menerima dan menyampaikan segalapengalaman dan pengetahuan lahir batin. OIeh karena itu, kemampuan berbahasa yang dianugenihkan kepada manusia sungguh merupakan anugerah yang sangat besar gunanya. Seandainya manusia tidak berbahasa alangkah sunyinya dunia ini. Tak akan ada sains, hasil-hasil teknologi seperti televisi, radio, telepon, komputer, internet, dan lain-lain. Demikianlah bahasa memegang peranan penting sebagai alat komuni-kasi dalam kehidupan antarmanusia.
Berdasarkan hasil penelitian diungkapkan bahwa70% waktu bangun kita untuk berkomunikasi. Komunikasi ada di mana-mana: di rumah (saat anggota keluarga berbincang-bincang, menonton televisi, dan lain-lain), di kampus (saat mahasiswa mendiskusikan persiapan ujian), di masjid, dan lain-lain. Komunikasi menyentuh segala kehidupan manusia.
Dengan komunikasi, kita membentuk saling pengertian, menumbuhkan persahabatan, menjalin silaturahmi dan persaudaraan, memelihara kasih sayang, menyebarkan informasi dan pengetahuan, dan melestarikan kebudayaan dan peradaban. Akan tetapi, dengan komunikasi manusia juga menyuburkan perpecahan, menghidupkan permusuhan, dan menghambat penalaran. Begitu penting, meluas, mendalam, berkembang, dan akrab komunikasi dengan diri sendiri, sehingga kita semua merasa perIu lagi mempelajari komunikasi. Padahal kualitas hidup kita, hubungan kita sesama manusia dapat ditingkatkan dengan memahami dan memperbaiki komunikasi yang kita lakukan dengan menggunakan bahasa yang baik, benar, dan logis, sehingga mudah diterima dan dicerna oleh penerima pesan.
Komentar
Posting Komentar