Langsung ke konten utama

Hebatnya Amalan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadan


Bulan Ramadan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat islam. Bulan yang penuh dengan keberkahan, bulan dimana setiap perbuatan ibadah yang kita lakukan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Namun demikian ada hal yang perlu diperhatikan susuatu yang bisa dilakukan dan yang dilarang oleh Allah SWT dalam menjalankan puasa.

Banyak hal yang bisa dilakukan dan diperbuat ketika ingin mendapatkan pahala yang banyak ketika bulan yang penuh berkah ini datang. Dalam hadits juga telah dikatakan bahwa berpuasa adalah menahan lapar dan haus mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, kemudian menahan hawa dan nafsu dan tidak berhubungan intim. Maka, rugilah ketika datangnya bulan ini jika dilakukan hanya dengan sia-sia saja. Nabi besar Muhammad SAW telah mencontohkan kepada seluruh umatnya bagaimana hal yang sunah untuk dilakukan semasa hidupnya. Karena tentunya bahwa kita semua ini melakukan semua perbuatan adalah perbuatan yang pernah dilakukan oleh oleh Nabi Muhammad SAW dan menjauhi segala apa yang dibenci oleh Allah SWT.

Seperti dalam bulan Ramadhan ini Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan kepada umatnya apa saja amalan sunah yang dapat dilakukan pada bulan suci Ramadhan, salah satunya dalah membaca Al-qur’an.Ketahuilah, bahawa Al-qur’an pertama kali di turunkan pada bulan Rahamdhan.

Tentunya tak heran jika Rasulullah SAW sering membaca Al-qur’an pada bulan ini. Allah Ta’ala berfirman :“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” QS. (Al Baqarah : 185)

Di dalam hadits al-qur’an mengatakan bahwa siapa saja yang membaca satu huruf al-qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan, sungguh kebaikan itu akan datang dengan sendirinya.Jika datangnya bulan Ramadan, kegiatan utama yang dilakuka selain berpuasa adalah membaca al qur’an. Kemudian membaca dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah dengan melakukan hal ini maka kita akan menjadi insan yang berkah. Membuat target juga untuk menghatam al-qur’an sesungguhnya amalan yang sungguh luar biasa pahalanya.

Keistimewaan lain lagi dalam membaca al-qur’an adalah ketika sesorang mendaptkan masalah ekonomi, hokum, keluarga, pendidikan, pasangan, ilmu pengetahuan, dan lain sebaginya. Maka muslim yang membaca Al-Quran akan menemukan khazanah islam yang sangat mendalam dan tentu akan semakin mendalami ilmu-ilmu Allah lainnya yang ada di alam semesta.

Kewajiban membaca al-qur’an bukan  hanya waktu tertentu saja. Tetapi Allah telah memerintahkan untuk membacanya setiap hari untuk dijadikan pedoman untuk kita semua. Apalagi ketika membacanya dibulan Ramadan tentunya memiliki keutamaan.

5 kehebatan membaca al-qur’an di bulan Ramadan :

  1. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda
  2. Menjauh dari godaan setan
  3. Lebih mengetahui apa saja yang terdapat dalam kandungan al-qur’an
  4. Membuat hati tenang
  5. Membangun pikiran positif

Marilah kita selalu membaca dan mengamalkan al-qur’an dan tentunya berlomba-lomba melakukan kebikan di bulan Ramadan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiga Wasiat Dari Surat Al-An'am

Sumber Gambar. (Pexels)  Wasiat pertama:  Untuk tidak menyekutukan Allah (berbuat syirik). Karena kesyirikan adalah pokok segala yang diharamkan dan induk segala dosa. Berkata sahabat Ibnu Mas’ud, Aku bertanya kepada Rasululloh tentang dosa apa yang paling besar? Beliau menjawab: Kamu menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dia yang menciptakanmu.”  [Muttafaqun ‘alaihi] Kesyirikan adalah dosa yang Allah tidak akan mengampuninya bila seorang tidak bertobat darinya. Allah Ta’ala berfirman: إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa: 48) Sesungguhnya, terbebasnya keyakinan dari noda kesyirikan dan kemurnian iman merupakan jalan keselamatan dan pondasi kokoh yang agama ini dibangun diatasnya. Bila keyakinan seorang tidak lepas dari kesyirikan maka amalan sep...

Sedekah di Bulan Suci Ramadhan

Semakin banyak seorang muslim sedekah di bulan Ramadhan, maka akan Allah ganti pahala yang berkali-kali lipat dan rezeki yang lebih. Sedekah pada bulan suci Ramadhan dapat kita lakukan dengan cara membagikan sejumlah takjil kepada sesama umat muslim yang berpuasa. Perlu diingat bahwa sedekah adalah sumber kekayaan. Allah SWT telah menjanjikan kepada seluruh umat muslim bahwa sedekah tidak akan membuat miskin ataupun berkurangnya harta, malahan sedekah akan membuat seorang umat muslim itu menjadi kaya. Karena itu wajibnya orang muslim tidaklah pelit kepada sesama, dan banyak-banyak melakukan sedekah di bulan suci Ramadhan maupun di lain waktu. Sedekah di bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan memberikan takjil kepada orang-orang yang membutuhkan, menyumbang kepada kotak amal masjid, memberikan sebagian harta kepada kaum miskin dan dhuafa, serta membagikan kebahagiaan kepada orang lain. Allah SWT berfirman dalam kitab suci Al-Qur’an: Dan infakkanlah sebagian dari apa yang tela...

AL-Ikhlas Adalah Tauhid

    Sumber Gambar(Stock photo)  Surat  Al Ikhlas  merupakan surat ke-112 dalam Al Quran. Terdiri dari empat ayat dan termasuk surat Makkiyah. Surat ini berisi mengenai ketauhidan terhadap Allah yang menjadi pondasi utama bagi setiap muslim.  Tauhid  berarti memberikan pengakuan atas keesaan atau tunggal-Nya Rabb, dan Dia memiliki nama Allah. Surah Al-Ikhlas turun untuk menjadi jawaban bagi orang musyrik yang bertanya pada Nabi Muhammad Saw tentang nasab dan sifat Rabb (Tuhan). Untuk budaya Arab, nashab atau garis keturunan saat itu sangatlah penting, semakin tinggi derajat seseorang ketika ia berasal dari keturunan terpandang. Dinamakan Al-Ikhlas, meski tidak ada kata Ikhlas di dalamnya, karena Isi surah tersebut murni membicarakan mengenai Allah 'Azza wa Jalla, karena Al-Iklas bermakna "murni". Inti dari surat Al-Ikhlas adalah Allah itu Ahad (Maha Esa). Allah itu Ash-Shamad, artinya Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu untuk sel...